Jumat, 09 Juli 2010

Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera Dibobol Maling

-- Uang dan Cek Sebesar Rp 90 Juta Raib

BATAM, TRIBUN- Kerugian sebesar 90 juta rupiah dialami Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 kawasan Ruko Raflesia Sei Panas akibat pembobolan, Rabu (7/7). Kejadian sendiri disinyalir terjadi dimalam hari saat aktifitas kantor tersebut usai, dimana sudah tidak ada satu orangpun di tempat tersebut termasuk sekuriti.


"Tadi pagi saya samapi kantor sekitar jam tujuhan, nah pas mau buka rolling doornya, gembok sudah nggak ada. Terus rantai yang ada di pintu masuk juga tiba-tiba udah ada di bawah itu," ucap Obi seorang office boy yang memiliki kunci. Diakuinya, kantor tersebut juga memang tidak memiliki satpam khusus kecuali satpam ruko.

Dikatakan olehnya, saat itu dia memang memegang kunci kantor. Tidak sendirian, saat ia hadir dikantor pun sudah ada karyawan lainnya. "Waktu kita buka pintunya, di dalam sudah berantakan. Dan waktu kita lihat ke dalam ruang tengah, lemari besi bagian yang paling atasnya sudah kebuka, isinya juga udah hilang," ucap Hilman seorang karyawan.

Melihat hal tersebut, mereka pun langsung menelpon pihak yang berwajib untuk melaporkan kejadian tersebut. Mendapat laporan, Pihak Polsek Batam Kota segera melakukan identifikasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Menurut pihak Asuransi Jiwa Bumi Putera, di dalam lemari besi tersebut ada sebuah kotak yang berisikan uang tunai 20 juta rupiah dan lembaran-lembaran cek senilai 50 juta rupiah.

"Selain itu ada juga in fokus yang hilang, harganya nggak tahu pasti sih, kira-kira 17 jutaan lah," ucap Hilman. Ditambahkan oleh saksi lain, Zazli seorang agen asuransi, mengatakan saat ini sendiri pihak Asuransi sudah melakukan berbagai koordinasi sebagai upaya pencarian pelaku.

"Tadi pagi jam sembilanan katanya ada yang telpon sama kepala cabang bapak Fery Antony, katanya mau cairin cek. Jadi sekarang masih dikoordinasikan, itu lembaran cek yang sama nggak dengan yang hilang," terang Zazli kala itu.

Kini, pihak Polsek Batam Kota sendiri masih melakukan pemeriksaan kepada para saksi. Saat dihubungi via telepon Kapolsek Batam Kota AKP Suka Irawanto membenarkan laporan peristiwa pembobolan tersebut. "Ini masih terus kita periksa, karna kejadian sendiri langsung dilaporkan oleh kepala cabangnya kan," jelasnya.(ane)

Rabu, 07 Juli 2010

Polda Kepri Musnahkan Shabu 1 Kg Lagi

- Nurjanah Tak Kuasa Menahan Tangis

BATAM,TRIBUN-Untuk yang kesekian kalinya jajaran Dit Resnarkoba Polda Kepri kembali memusnahkan narkoba jenis shabu-shabu. Shabu-shabu seberat 1.022,6 kg tersebut diamankan dari tersangka Nurjanah oleh petugas Bea dan Cukai (BC) di Pelabuhan internasional Batam Centre beberapa waktu lalu.


Pemusnahan barang haram ini sama dengan yang dilakukan sebelumnya, shabu seberat 1.022,6 kg tersebut dimasukkan kedalam air panas. Dalam pemusnahan ini dihadiri dari pengadilan Batam, kejaksaan, BPPOM dan Granat Profinsi Kepri.

Kasat II Dit Narkoba Polda Kepri Kompol Heru Nugraha mengatakan, pemusnahan barang haram yang dilakukan tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Setelah 14 hari penangkapan tersangka dan barang bukti, polisi sudah berhak memusnahkan BB nya untuk menghidari penyalahgunaan barang haram tersebut. Namun sebelumnya berkas tersangka sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Pemusnahan barang haram ini setelah dinyatakan positif dari uji laboratorium yang kita lakukan. Dari jumblah BB yang kita musnahkan ini sudah kita sisihkan sebagian untuk bukti di kejaksaan dan di pengadilan nanti,"ujar Heru.

Tersangka Nurjanah yang dihadirkan saat pemusnahan terlihat tak kuasa menahan air matanya, tidak henti-hentinya dia mengusap air matanya yang ditutupi sebo hitam. Bahkan nyaris dia tidak bisa berbicara saat dimintai keterangan oleh beberapa wartawan.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian masih melakukan pengembagan mengejar dua orang DPO pemilik barang haram tersebut di Jakarta. Yakni warga Nigeria.

"Kita masi lakukan lidik untuk mengejar dua orang pemilik shabu-shabu ini di Jakarta. Bahkan kita sudah melakukan kordinasi dengan Mabes,"pungkas Heru.(apr)

Ledakan Gas Tidak Pernah Dari Tabung

BATAM, TRIBUN- Pahami dulu penggunaannya, baru pakai produknya, mungkin kata-kata inilah yang cocok bagi pengguna kompor gas yang takut untuk memakai tabung gas tiga kilogram. Dikatakan oleh Sales Representatives Pertamina Riau Kepulauan Riau, Isfahani, persepsi yang salah mengenai ledakkan tabung gas bisa menyebabkan konversi minyak tanah ke gas bisa terhambat.


"Sebetulnya kalau gas bocor, bukan tabungnya yang akan meledak, ini dulu yang harus diluruskan. Kalaupun gas bocor, yang meledak justru gas yang keluar dari tabung tersebut, makanya kalau ruangan tempat kita menaruh gas nggak ada ventilasinya gas itu cuma akan berputar-putar di tempat yang sama," terangnya kala itu.

Menurut Isfahani, pihaknya bisa memberi jaminan, jika tabung gas tiga kilogram yang resmi berasal dari pertamina tidak akan pernah meledak. "Sebetulnya kasus gas meledak itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan tabung melainkan lebih berhubungan dengan yang namanya kelalaian manusia, kecuali kalau memang kondisi tabungnya yang sudah tidak layak," tegasnya saat itu.

Namun, terkadang yang menjadi kendala yakni jika banyak masyarakat yang belum paham betul akan situasi ini. Ditambah lagi dengan permasalahan banyaknya penjualan tabung-tabung gas di luaran yang tidak memenuhi standar. "Kita inikan pemain, tentunya ada pesaing. Nah kadang di lapangan banyak oknum yang jual tabung nggak sesuai standar yang justru membahayakan masyarakat," ucapnya.

Seperti contoh, penawaran dari penggunaan elpiji adalah kepraktisan untuk itu sering masyarakat lupa untuk berhati-hati dalam pemakaiannya. "Contohnya, ini ibu-ibu lagi masak, tiba-tiba dia harus pergi sangkin terburu-buru kompor gas nggak dimatiin secara penuh. Nah, bocorlah gas itu ditambah lagi yang terutama adalah sistem dapur yang mungkin tertutup dan tidak ada ventilasi sama sekali," terangnya.

Dinyatakan pula oleh pria tersebut, masyarakat kini biasanya jarang memilih produk yang aman, melainkan mana yang lebih murah maka itulah yang akan dipilih. "Untuk tabung milik pertamina sendiri, dari segi produksi dan distribusibya sendiri sudah kita pastikan benar-benar sesuai standar keamanan yang ada. Kita selalu lakukan sidak rutin tiap minggu di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji saat pengisian gas ke dalam tabung dan juga di sidak agen-agen resmi pertamina," terangnya kepada Tribun.

Untuk agen-agen sendiri jika ditemukan ada yang berbuat curang, dengan tegas dikatakannya, akan segera ditindak sesuai dengan perjanjian kerja yang ada. Selain itu, pihaknya pun membentuk satuan petugas yang berfungsi memantau kegiatan harian elpiji se- Indonesia. "Masalah gas inikan menjadi sorotan nasional, biarpun ledakkannya di Jawa pasti bakal di bicarakan juga di daerah-daerah lain. Untuk mengkontrol hal itulah kita punya koordinasi harian di tiap kota melalui pantauan satgas ini," tambah Isfahani lagi.

Diakuinya, tabung gas milik pertamina sendiri sudah melewati proses uji kelayakan tiap lima tahunnya. Namun, hal ini berlaku jika tabungnya memang tidak menunjukkan tanda-tanda kebocoran ataupun perubahan bentuk. "Untuk tabung yang sudah berubah bentuk langsung kita hancurkan, tapi kalau yang masih bagus, setelah lima tahun akan kita uji kembali. Kalau layak akan kita pakai kembali, tapi kalau nggak akan segera kita musnahkan. Dan syukurnya lagi untuk di Batam sendiri belum pernah ada kasus ledakkan tabung gas milik pertamina baik 12 atau 3 kilogram," sebut Isfahani.(ane)

Cara Aman Penggunaan LPG 3 Kilogram

Sosialisasi penggunaan LPG tiga kilogram, nampaknya harus terus digencarkan. Pada saat pembagian paket perdana, pertamina selaku produsen dan distributor telah memberikan beragam petunjuk penggunaan LPG tiga kilogram. Yang pertama, usahakan dapur anda memiliki sirkulasi udara dan ventilasi yang baik, karna sifat gas yang berat memungkinkan angin untuk memencarkan gas saat terjadi kebocoran gas sehingga resiko meledak bisa berkurang.

Lalu pasangkanlah klem dengan erat pada kedua ujung selang yang ada, buka segel plastik dan ceklah cincin karet pengamannya sebelum memasang regulator. Setelah regulator terpasang, putar knopnya searah jarum jam dan pastikan selang tidak tertindih maupun tertekuk.

Ketika selesai menggunakan kompor gas, pastikan anda memutar posisi knop sampai off dan jangan pernah gunakan kompor gas dan kompor minyak dalam waktu bersamaan. Ketika tercium bau gas bocor, segeralah buka vebtilasi-ventilasi udara di rumah anda agar bau gas hilang. Penting pula untuk diketahui, supaya tidak menghidupkan api atau lampu saat terdeteksi kebocoran gas.

Bagi para masyarakat yang telah menerima paket LPG tiga kilogram, dipastikan oleh Isfahani, jika terjadi ledakkan gas pihaknya akan memberikan asuransi. "Kita beri asuransi tapi dengan catatan jika memang ledakkan tersebut terjadi karna kesalahan tabung, tentunya menurut hasil pemeriksaanb nanti. Tapi kalau karna kelalaian manusia tidak akan kita tanggung," ucapnya.

Hal ini ditambahkan oleh Isfahani, karna sebelumnya, saat pembagian paket tersebut sendiri pihak pertamina telah memberikan beragam petunjuk dan arahan pemakaian. "Waktu kita bagi-bagikan paketnya, sudah termasuk pula disitu simulasi penggunaan tabung gas yang baik dan benar. Dan untuk sekarang kita juga masih terbuka jika ada pihak-pihak yang meminta sosialisasi untuk penggunaan tabung gas yang baik," tutupnya.(ane)

DPRD Minta Pemko Perketat Izin Gelper

BATAM, TRIBUN - Gelanggang Permainan (Gelper) tengah menjamur di Batam. Anggota komisi I DPRD kota Batam, Ruslan Aliwasyim menilai Gelper tersebut memiliki potensi judi yang sangat tinggi. Dia meminta Pemko Batam melalui Dinas Pariwisata mengawasi ketat operasional Gelper saat ini karena berpotensi punya efek negatif terjadap anak-anak.


Menurutnya Disparbud harus memperketat pengawasan dan perizinan pembukaan sebuah Gelper. "Kita harus mewaspadai potensi judi yang dikemas dengan permainan anak-anak. Kita juga khawatir area Gelper ini juga bisa mempengaruhi mental anak-anak untuk ikut-ikutan bertaruh," ungkapnya , Rabu (7/7).

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Kadisparbud) kota Batam, Guntur Sakti sebelumnya mengatakan bahwa saat ini, permohonan izin pendirian gelper terbilang tinggi. Namun ada beberapa peraturan menurut Guntur yang harus dipenuhi, yakni komposisi mesin dalam area gelper adalah 50 persen permainan anak-anak dan 50 persen permainan orang dewasa, sedangkan usaha Gelper harus menyatu dengan mall untuk memudahkan pengawasan.

Namun Ruslan sendiri menilai dengan menyatunya gelanggang permainan dewasa dan anak-anak, hal sedikit demi sedikit juga akan membuat anak-anak yang sering bermain ditempat tersebut untuk mencoba permainan untuk orang dewasa nantinya.

"Anak-anak yang menyukai permainan di gelanggang permainan kebanyakan berusia remaja. Remaja merupakan usia dimana seseorang mencari jati dirinya, hal apapun akan mudah mempengaruhi mereka. Sedangkan potensi judi dan taruhan pada beberapa mesin permainan sangat tinggi, kemasan ini yang harus diawasi dengan ketat oleh Pemko Batam. Jangan sampai Gelper ini menjadi tempat pelatihan judi sejak dini nantinya," Jelas Ruslan.

Ditempat berbeda, Wakil Ketua I DPRD kota Batam, Ruslan Kasbulatov pun mengatakan pihaknya sudah menghimbau kepada pihak Poltabes Barelang agar semua Gelper ilegal serta yang berbau judi segera ditindak.

"Saya telah sampaikan kepada Poltabes agar area perjudian berkedok Gelper dibumi hanguskan dari kota Batam. Contohnya saja Gelper-gelper yang terletak di Nagoya, rata-rata lokasi disitu tempat perjudian yang disamarkan menjadi gelanggang permainan," ungkap Dia.

Masalah indikasi perjudian dalam gelanggang permainan juga menarik perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Kepri. Ketua MUI Kepri, KH. Azhari Abas menjelaskan bahwa segala sesuatu yang ada indikasi taruhan didalamnya bisa dikategorikan dengan perjudian.

"Semua masyarakat memang wajar mendapatkan hiburan. Jika seseorang memenangi suatu permainan dan mendapat hadiah uang atau benda lainnya hal ini belum bisa dikatakan judi. Dia akan menjadi judi apabila ada unsur taruhan atau sifatnya untung-untungan didalamnya," ungkap Azhari.

Mengenai fatwa tentang Gelper, dia mengakui sejauh ini MUI pusat maupun provinsi belum mengeluarkan fatwa apapun terkait gelanggang permainan (Gelper). "Namun MUI tidak pernah akan setuju jika ada yang namanya lokalisasi perjudian," tukasnya

"Kita dari MUI provinsi Kepri, menghimbau seluruh masyarakat untuk menghindari segala bentuk hal-hal yang merugikan, termasuk salah satunya adalah perjudian," ajak Azhari. (san)