Selasa, 09 Desember 2008

43 Ribu Ekstasi Lewat Stulang Laut Malaysia

-- Penelusuran Tim Polda Kepri

BATAM, TRIBUN--
Hasil pengembangan pengungkapan kasus 43.606 pil ektasi yang digelar Mapolda Kepri awal Desember lalu, mengejutkan pihak Police DiRaja Malaysia (PDRM). Dalam pengembangannya ribuan pil ektasi tersebut diperkirakan lewat dengan mudah karena pemeriksaan di Pelabuhan Internasional Stulang Laut Malaysia tidak dilengkapi X-Ray.


Tim yang dipimpin langsung Wakapolda Kepri Kombes Pol Syafrizal Ahrial didampingi Kompol Putut Wicaksono, Kasat I Dit Res Narkoba Polda Kepri, berangkat ke Malaysia pada Kamis (4/12) dan langsung ke Markas Siasat Jenayah Narkotika Ibu Negara Police Kerajaan Johor Malaysia. Mereka di sambut langsung oleh perwira menengah di kepolisian tersebut.

"Kita baru kembali dari Malaysia Sabtu, (6/12), setelah dua hari mengembangkan penyelidikan disana. Hasil pengembangan dan bukti yang kita beberkan sempat mengejutkan polisi disana. Tapi, setelah diuji dari sejumlah contoh yang kita bawa, ada jenis obat atau pil ukuran kecil memang target polisi narkoba Malaysia. Mereka menyebutnya "Yaba","kata Kompol Putut Wicaksono, Selasa (9/12).

Polisi Malaysia bertambah yakin setelah percakapan antara tersangka AH dengan Mr O dimiliki Polda Kepri diperlihatkan.

"Kita perlihatkan data percakapan dan nomor telepon pelaku di Batam dengan sejumlah orang di Malaysia. Bukti kuat kalau ada disebuah daerah di Malaysia, terpantau nomor terebut,"ujar Putut lagi.

Dijelaskan dari pihak polisi Malaysia, Pil Yaba ini marak di Malaysia dan masukanya berasal dari daerah perbatasan antara negara Malaysia dan Thailand. Dari 43 ribu barang bukti yang diamankan dalam pengrebekan akhir November itu, ada 227 butir adalah pil Yaba.

"Pil Yaba itu dijelaskan bukan jenis pil ektasi, melainkan cara menggunakannya, pil dihancurkan, lalu dibakar, tepatnya persis kayak orang menggunakan shabu,"ungkap Putut .

Dalam pandangan Putut ketika berada di Pelabuhan Stulang Laut Malaysia, lalu lalang warga Malaysia dan Indonesia terbilang sangat ramai. Uniknya, dipelabuhan ini sangat kurang tenaga pengawas dan pemeriksa barang-barang bawaan penumpang.

"Ternyata barang bawaan penumpang tidak diperiksa secara mendalam. X-ray yang diharapkan dapat memeriksa barang penumpang tidak terlihat berfungsi. Mereka menjelaskan, kalau di Batam ada X-Ray, dan itulah dihandalkan. Tentu sangat tidak effektif jika pengawasan dan pemeriksaan barang tidak begitu ketat di pelabuhan kita di Batam,"ujar Putut.

Diungkapkan Putut, dalam kasus besar ini, pihak Polda masih memiliki pekerjaan rumah, dengan menangkap orang yang kini masih DPO. "Kalau pihak Malaysia berhasil menangkap jaringan di Malaysia, maka harapan peredaran narkotika jenis ektasi akan dapat diminimalisi,"ujar Putut mengakhiri. (ded)

Read More......

Senin, 08 Desember 2008

Pencuri Ditangkap Diruang Tunggu Bandara

-- Dugaan Terlibat Pencurian Senilai Rp 78 Juta
--Hendak Melarikan Diri Ke Jakarta
BATAM, TRIBUN--
Himpitan ekonomi ditambah bujukan orang dekat membuat Irfan pelaku yang diduga mencuri harga kekayaan milik saudaranya sendiri. Uniknya, Ir belum sempat menikmati hasil curiannya, karena otak mencuri By telah menikmati hasil dicurian di Jakarta.


Bermaksud hendak menemui By, akhirnya Ir berangkat ke Jakarta dengan menaiki pesawat Kartika Air, Minggu (8/12). Tapi, sial bagi Ir niat tersebut tidak kesampaian, karena pihak keluarga yang curiga atas kepergian mendadaknya, langsung meminta Aipda Surono anggota Polsek Khusus Bandara Hang Nadim dan beberapa petugas lain menangkapnya.

Menurut Kapolsek Bandara AKP Dasrul Savit melalui anggotanya Bripka Hendrijon, kejadian penangkapan Ir sekitar pukul 11.00 WIB siang. Ir sendiri diamankan ketika tengah duduk diruang tunggu keberangkatan dalam Termintal Hang Nadim. Berkat informasi pihak korbanlah, Ir digiring ke Polsek Bandara tanpa perlawanan. Ikut dibawa juga, seorang teman Ir yang diminta tolong oleh By untuk menghantarkannya ke Jakarta.

"Informasinya, kalau Ir itu diduga terlibat pencurian dirumah saudara yang selama di Batam menampungnya. Besaran harga yang dibawa kabur hampir senilai Rp 78 juta. Terdiri uang tunai Rp 3 juta dan 300 gram emas,"ujar Hendrijon.

Penjelasan awal Ir, dia diminta berangkat ke Jakarta dan akan di tunggu di Blok M Jakarta. Ir yang masih lugu dan tidak mengenal Jakarta, meminta tolong pada Dn mulai membeli tiket hingga menghantarkan sampai ketemu By.

"Sejauh ini kita belum mengetahui apakah Dn terlibat atau tidak. Jelasnya, usai diamankan mereka langsung kita serahkan ke anggota Polsek Persiapan Bengkong,"ujar Hendrijon lagi.

Belum terungkap, siapa saja yang terlibat dalam kasus pencurian yang melibatkan sesama keluarga ini. Pastinya, kecurigaan korban kalau keberangkatan Ir naik pesawat menimbulkan pertanyaan, karena selama ini dia kerja kuli bangunan dan tinggal menumpang. (ded)

Read More......

Minggu, 07 Desember 2008

Setelah 10 Jam Baru Api 10 Gudang Terbakar Dijinakan


BATAM,TRIBUN- Sekitar sembilan jam tim pemadam kebakaran Otorita Batam berjuang memadamkan api yang melalap gudang di Komplek MCP Blok C II , Batuampar, Minggu (7/12). Mulai pukul 14.30 hingga 22.00, petugas masih berusaha memadamkan api.


Tiga unit mobil pemadam yang tiba di lokasi tersebut sekitar pukul 14.30, tidak bisa berbuat banyak, hanya menonton kebakaran mulai meluas. Pasalnya aliran listrik belum diputus, yang akan berbahaya bila disemprot air.

Sekitar lima belas menit, baru aliran listrik di komplek tersebut diputus. Namun ketika petugas mulai akan memadamkan api, terdengar ledakan dari dalam gudang lilin nomor 20, milik PT Batam Funringth.

Usai ledakan tersebut, dalam sekejap api langsung membesar dan menyambar gudang keramik milik PT Sinar Bulan di sebelah kanan gudang lilin. Tak lama berselang, api mulai menjalar ke gudang bubut yang terletak di sebelah kanan gudang keramik.

Aton dan istrinya yang sedang menonton televisi di gudang bubut tersebut, langsung panik begitu melihat asap masuk ke gudang mereka. Dengan tergesa-gesa mereka segera keluar dari gudang dan menyelamatkan diri.

Satu persatu mobil pemadam menyusul datang, berusaha menguasai api. Namun petugas pemadam semakin kesulitan, karena bahan baku lilin dan juga serbuk kayu yang ada di gudang tersebut mudah terbakar.

Dengan cepat, api kemudian menjalar ke gudang PT Pioner yang ada di sebelah kiri gudang lilin. Gudang PT Pioner tersebut berisi kabel-kabel dan bahan baku pembuatan alat elektronik, yang dengan mudah terbakar api.

Ledakan-ledakan kecil kembali terjadi di gudang Pioner, diduga berasal dari freon yang ada di gudang tersebut. Setiap kali terjadi ledakan, petugas yang berusaha memadamkan api, terpaksa mundur.

Ketika petugas kembali berusaha memadamkan api di gudang lilin tersebut, terdengar dentuman keras. Ternyata lantai atas gudang lilin tersebut runtuh. Tak lama berselang, dinding belakang gudang lilin juga runtuh.

Setelah runtuhan tersebut, beruntun terdengar denduman-dentuman dari dalam gudang yang berlangsung agak lama, yang membuat petugas pemadam terpaksa mundur sejenak. Warga yang menonton juga sontak mundur.

Hingga pukul 20.00, api semakin sulit dikendalikan. Malah menjalar ke gudang nomor 13 dari asal api di gudang nomor 20. Para pekerja terlihat memindahkan puluhan drum oli dari gudang nomor 13 tersebut. Sedangkan enam buah tabung gas ukuran besar sudah dikeluarkan dari gudang bubut sejak sore.

Api tersebut terlihat leluasa menjalar di lantai atas gudang, sementara lantai bawah di beberapa gudang tidak terlalap api. Hal itu dikarenakan ada bahan yang mudah terbakar di atap gudang tersebut.

Untuk memadamkan api tersebut, tujuh mobil pemadam dan satu mobil tangki yang dikerahkan, terpaksa bolak-balik mengambil air dari hydrant di sejumlah perusahaan di Batuampar. Karena hydrant yang terdapat tak jauh dari lokasi kebakaran tersebut tidak bisa digunakan, karena airnya mengalir kecil.

Beberapa kali para petugas pemadam terpaksa berhenti memadamkan api selama beberapa saat, karena persediaan air habis dan terpaksa menunggun mobil yang lain datang dari mengisi air. Mereka bahkan sempat makan malam saat menunggu air.

Kepala Penanggulangan Bahaya Kebakaran Otorita Batam (PBK OB), Kompol Gunadi mengatakan, seharusnya setiap perusahaan, pabrik dan gudang memiliki hydrant sebagai standar untuk menanggulangi kebakaran.

"Harusnya setiap pabrik, perusahaan, gudang, perumahan dan tempat keramaian memiliki hydrant. Disini memang ada, tetapi mengalir kecil dan tidak bisa digunakan," ujar Gunadi. Menurutnya hal tersebut sudah ditetapkan dalam izin mendirikan bangunan (IMB).

Setiap enam bulan sekali, PBK mengecek kesetiap titik-titik hydrant apakah berfungsi atau tidak. Namun menurutnya tekanan air pada hydrant bukan tanggungjawab PBK, melainkan tanggungjawab ATB sebagai penyuplai air di Batam.


Panik pindahkan barang-barang
Sejumlah karyawan di beberapa gudang yang belum terbakar ketika sore, terlihat memindahkan barang-barang mereka. Seperti karyawan PT Peter Garmindo Prima, yang memindahkan berkodi-kodi kain-kain dari gudang nomor 11 ke gudang lainnya yang terdapat di seberang lokasi kebakaran.

Namun seorang karyawan perusahaan garmen tersebut mengatakan masih ada berkodi-kodi kain di lantai atas yang tidak bisa diselamatkan, karena asap tebal mengepul di lantai dua tersebut. Tetapi karyawan gudang lainnya terlihat menggunakan tangga pemadam untuk menyelamatkan dokumen-dokumen di lantai dua dari jendela.

Para karyawan gudang bubut juga terlihat memindahkan mobil, televisi dan sejumlah barang yang bisa diselamatkan dari kebakaran. Hal serupa juga dilakukan oleh karyawan dari gudang-gudang lainnya.

Terlihat puluhan drum oli, mesin-mesin, mobil dan juga mobil forclip yang digunakan untuk mengangkat barang diletakan tak jauh dari lokasi kebakaran tersebut.


Bawa anak nonton kebakaran
Awalnya hanya warga yang tinggal di sekitar Komplek MCP saja yang menonton kebakaran tersebut. Mereka datang berbondong-bondong setelah mendengar sirine mobil pemadam dan juga melihat asap hitam membumbung dari gudang di pojok komplek teserbut.

Warga yang menonton tersebut menyulitkan mobil pemadam untuk mendekat ke lokasi kebakaran. Karena motor dan juga mobil milik warga dan juga pemilik gudang, parkir disekitar lokasi yang menghalangi mobil pemadam.

Bahkan ada diantara mereka yang membawa serta anaknya untuk menyaksikan kebakaran tersebut. Anak-anak yang tinggal di sekitar komplek juga berbondong-bondong melihat. bahkan petugas pemadam dan polisi kesulitan untuk menyuruh mereka menyingkir.

Belakangan tidak hanya warga sekitar saja yang menonton. Para pengguna jalan juga terlihat masuk ke komplek gudang tersebut untuk melihat, hingga akhirnya sekuriti komplek menutup gerbang masuk.

Sejumlah Samapta Poltabes baru ditunrunkan untuk mengamankan lokasi kebakaran tersebut sekitar pukul 17.00. Barulah setelah itu warga yang menonton diminta menjauh agar tidak mengganggu kerja para petugas pemadam dan juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bila terjadi ledakan.


Api dari gudang lilin
Menurut Sopian (28) karyawan PT Batam Funringth, sekitar pukul 14.00 dirinya sedang membuat lilin, tetapi tiba-tiba api yang digunakan untuk mencetak lilin jatuh ke lantai. Belum sempat ia memadamkan api tersebut, serbuk kayu yang juga bahan baku lilin tersebut jatuh menimpa api.

Api pun semakin besar. Sopian yang panik kemudian memanggil Bejo dan Iyan yang sedang tidur di lantai atas. Bersama-sama mereka mencoba memadamkan api menggunakan skop. Tapi usaha mereka sia-sia, dengan cepat api berhasil menjalar ke serbuk kayu lainnya.

Mereka kemudian memanggil Sandi yang akhirnya menghubungi petugas penanggulangan bahaya kebakaran (PBK) Otorita Batam (OB). Tiga unit mobil pemadam tiba lokasi sekitar pukul 14.30.

Sadiah yang juga karyawan pabrik lilin tersebut menuturkan akhir-akhir ini memang perusahaannya sedang mengejar target produksi, menjelang tahun baru dan juga imlek. Sadiah terlihat sedih melihat tempat kerjanya terbakar.

Seorang karyawan lainnya bernama Rohani, mengaku bingung dengan musibah kebakaran tersebut. Karena ia yang janda dengan dua anak itu bingung harus membiayai solahkan anaknya yang tinggal di jawa.

Sopian, Bejo dan juga Iyan kemudian dibawa ke Mapolsekta Batuampar untuk dimintai kesaksiannya.(opi)

Read More......

Bentrok Antar Pemuda di Jembatan Barelang

BATAM, TRIBUN - Perkelahian antar pemuda terjadi di Jembatan I Barelang, Minggu (7/12) sekitar pukul 02.00 WIB. Tawuran yang dipicu dengan sebatang rokok ini mengakibatkan satu orang terluka parah dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Batuaji.



Perkelahian ini terjadi saat dua pemuda sedang menikmati minuman alkhohol di Jembatan Barelang. Tiba-tiba saja puluhan pemuda datang dari arah bawah jembatan dan menyerang kelompok Martoyo Manurung dan kawan-kawannya. Perkelahian pun tidak terhindarkan, perkelahian mengakibatkan beberapa pemuda harus dilarikan ke rumah sakit.

"Dia ngajak saya kenalan, tapi ditangannya ada sebatang rokok. Saya bilang kalau mau kenalan caranya jangan kayak gitu. Eh mereka nggak terima, tangan saya justru di sulut api rokok, siapa yang nggak jengkel," ujar Martoyo.

Saling adu mulut tidak terhindarkan, pertengkaran yang awalnya cuma dua orang ini berubah menjadi ajang tawuran antar pemuda. Beberapa pemuda saling pukul, dua kubu juga saling kejar-kejaran. Pertengkaran itu, membuat kepala Martoyo bersimbah darah terkena pukulan dari salah satu pemuda.

"Saya suruh teman-teman lari. Kalau nggak lari nggak tahu nasib saya bagaimana. Mereka banyak, baju saya penuh darah," tutur Martoyo.

Pertengkaran tidak seimbang terjadi, Martoyo dan beberapa temannya menyelamatkan diri. Bukannya berdiam diri, puluhan pemuda ikut mencari keberadaan Martoyo. Pria ini pun berinisiatif untuk meminjam baju ke seseorang, tujuannya supaya musuh tidak mengenalinya."Orangtua itu tolong saya. Baju orangtua itu saya minta, baju yang penuh darah tadi saya simpan. Orang itu curiga, tapi mereka bilang bajunya warna putih," ujarnya.

Martoyo berusaha bersembunyi beberapa jam ke rumah pria tua itu. Bersama temannya, Martoyo melaporkan perkelahian ini ke kantor Polsek Persiapan Sagulung. Kapolsek Sagulung Iptu Suharjono membenarkan kejadian tersebut."Korban masih kami panggil, perkelahian cuma selisih paham," ujar Kapolsek.(urn)

Read More......