Jumat, 09 Juli 2010

Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera Dibobol Maling

-- Uang dan Cek Sebesar Rp 90 Juta Raib

BATAM, TRIBUN- Kerugian sebesar 90 juta rupiah dialami Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 kawasan Ruko Raflesia Sei Panas akibat pembobolan, Rabu (7/7). Kejadian sendiri disinyalir terjadi dimalam hari saat aktifitas kantor tersebut usai, dimana sudah tidak ada satu orangpun di tempat tersebut termasuk sekuriti.


"Tadi pagi saya samapi kantor sekitar jam tujuhan, nah pas mau buka rolling doornya, gembok sudah nggak ada. Terus rantai yang ada di pintu masuk juga tiba-tiba udah ada di bawah itu," ucap Obi seorang office boy yang memiliki kunci. Diakuinya, kantor tersebut juga memang tidak memiliki satpam khusus kecuali satpam ruko.

Dikatakan olehnya, saat itu dia memang memegang kunci kantor. Tidak sendirian, saat ia hadir dikantor pun sudah ada karyawan lainnya. "Waktu kita buka pintunya, di dalam sudah berantakan. Dan waktu kita lihat ke dalam ruang tengah, lemari besi bagian yang paling atasnya sudah kebuka, isinya juga udah hilang," ucap Hilman seorang karyawan.

Melihat hal tersebut, mereka pun langsung menelpon pihak yang berwajib untuk melaporkan kejadian tersebut. Mendapat laporan, Pihak Polsek Batam Kota segera melakukan identifikasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Menurut pihak Asuransi Jiwa Bumi Putera, di dalam lemari besi tersebut ada sebuah kotak yang berisikan uang tunai 20 juta rupiah dan lembaran-lembaran cek senilai 50 juta rupiah.

"Selain itu ada juga in fokus yang hilang, harganya nggak tahu pasti sih, kira-kira 17 jutaan lah," ucap Hilman. Ditambahkan oleh saksi lain, Zazli seorang agen asuransi, mengatakan saat ini sendiri pihak Asuransi sudah melakukan berbagai koordinasi sebagai upaya pencarian pelaku.

"Tadi pagi jam sembilanan katanya ada yang telpon sama kepala cabang bapak Fery Antony, katanya mau cairin cek. Jadi sekarang masih dikoordinasikan, itu lembaran cek yang sama nggak dengan yang hilang," terang Zazli kala itu.

Kini, pihak Polsek Batam Kota sendiri masih melakukan pemeriksaan kepada para saksi. Saat dihubungi via telepon Kapolsek Batam Kota AKP Suka Irawanto membenarkan laporan peristiwa pembobolan tersebut. "Ini masih terus kita periksa, karna kejadian sendiri langsung dilaporkan oleh kepala cabangnya kan," jelasnya.(ane)

Rabu, 07 Juli 2010

Polda Kepri Musnahkan Shabu 1 Kg Lagi

- Nurjanah Tak Kuasa Menahan Tangis

BATAM,TRIBUN-Untuk yang kesekian kalinya jajaran Dit Resnarkoba Polda Kepri kembali memusnahkan narkoba jenis shabu-shabu. Shabu-shabu seberat 1.022,6 kg tersebut diamankan dari tersangka Nurjanah oleh petugas Bea dan Cukai (BC) di Pelabuhan internasional Batam Centre beberapa waktu lalu.


Pemusnahan barang haram ini sama dengan yang dilakukan sebelumnya, shabu seberat 1.022,6 kg tersebut dimasukkan kedalam air panas. Dalam pemusnahan ini dihadiri dari pengadilan Batam, kejaksaan, BPPOM dan Granat Profinsi Kepri.

Kasat II Dit Narkoba Polda Kepri Kompol Heru Nugraha mengatakan, pemusnahan barang haram yang dilakukan tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Setelah 14 hari penangkapan tersangka dan barang bukti, polisi sudah berhak memusnahkan BB nya untuk menghidari penyalahgunaan barang haram tersebut. Namun sebelumnya berkas tersangka sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Pemusnahan barang haram ini setelah dinyatakan positif dari uji laboratorium yang kita lakukan. Dari jumblah BB yang kita musnahkan ini sudah kita sisihkan sebagian untuk bukti di kejaksaan dan di pengadilan nanti,"ujar Heru.

Tersangka Nurjanah yang dihadirkan saat pemusnahan terlihat tak kuasa menahan air matanya, tidak henti-hentinya dia mengusap air matanya yang ditutupi sebo hitam. Bahkan nyaris dia tidak bisa berbicara saat dimintai keterangan oleh beberapa wartawan.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian masih melakukan pengembagan mengejar dua orang DPO pemilik barang haram tersebut di Jakarta. Yakni warga Nigeria.

"Kita masi lakukan lidik untuk mengejar dua orang pemilik shabu-shabu ini di Jakarta. Bahkan kita sudah melakukan kordinasi dengan Mabes,"pungkas Heru.(apr)

Ledakan Gas Tidak Pernah Dari Tabung

BATAM, TRIBUN- Pahami dulu penggunaannya, baru pakai produknya, mungkin kata-kata inilah yang cocok bagi pengguna kompor gas yang takut untuk memakai tabung gas tiga kilogram. Dikatakan oleh Sales Representatives Pertamina Riau Kepulauan Riau, Isfahani, persepsi yang salah mengenai ledakkan tabung gas bisa menyebabkan konversi minyak tanah ke gas bisa terhambat.


"Sebetulnya kalau gas bocor, bukan tabungnya yang akan meledak, ini dulu yang harus diluruskan. Kalaupun gas bocor, yang meledak justru gas yang keluar dari tabung tersebut, makanya kalau ruangan tempat kita menaruh gas nggak ada ventilasinya gas itu cuma akan berputar-putar di tempat yang sama," terangnya kala itu.

Menurut Isfahani, pihaknya bisa memberi jaminan, jika tabung gas tiga kilogram yang resmi berasal dari pertamina tidak akan pernah meledak. "Sebetulnya kasus gas meledak itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan tabung melainkan lebih berhubungan dengan yang namanya kelalaian manusia, kecuali kalau memang kondisi tabungnya yang sudah tidak layak," tegasnya saat itu.

Namun, terkadang yang menjadi kendala yakni jika banyak masyarakat yang belum paham betul akan situasi ini. Ditambah lagi dengan permasalahan banyaknya penjualan tabung-tabung gas di luaran yang tidak memenuhi standar. "Kita inikan pemain, tentunya ada pesaing. Nah kadang di lapangan banyak oknum yang jual tabung nggak sesuai standar yang justru membahayakan masyarakat," ucapnya.

Seperti contoh, penawaran dari penggunaan elpiji adalah kepraktisan untuk itu sering masyarakat lupa untuk berhati-hati dalam pemakaiannya. "Contohnya, ini ibu-ibu lagi masak, tiba-tiba dia harus pergi sangkin terburu-buru kompor gas nggak dimatiin secara penuh. Nah, bocorlah gas itu ditambah lagi yang terutama adalah sistem dapur yang mungkin tertutup dan tidak ada ventilasi sama sekali," terangnya.

Dinyatakan pula oleh pria tersebut, masyarakat kini biasanya jarang memilih produk yang aman, melainkan mana yang lebih murah maka itulah yang akan dipilih. "Untuk tabung milik pertamina sendiri, dari segi produksi dan distribusibya sendiri sudah kita pastikan benar-benar sesuai standar keamanan yang ada. Kita selalu lakukan sidak rutin tiap minggu di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji saat pengisian gas ke dalam tabung dan juga di sidak agen-agen resmi pertamina," terangnya kepada Tribun.

Untuk agen-agen sendiri jika ditemukan ada yang berbuat curang, dengan tegas dikatakannya, akan segera ditindak sesuai dengan perjanjian kerja yang ada. Selain itu, pihaknya pun membentuk satuan petugas yang berfungsi memantau kegiatan harian elpiji se- Indonesia. "Masalah gas inikan menjadi sorotan nasional, biarpun ledakkannya di Jawa pasti bakal di bicarakan juga di daerah-daerah lain. Untuk mengkontrol hal itulah kita punya koordinasi harian di tiap kota melalui pantauan satgas ini," tambah Isfahani lagi.

Diakuinya, tabung gas milik pertamina sendiri sudah melewati proses uji kelayakan tiap lima tahunnya. Namun, hal ini berlaku jika tabungnya memang tidak menunjukkan tanda-tanda kebocoran ataupun perubahan bentuk. "Untuk tabung yang sudah berubah bentuk langsung kita hancurkan, tapi kalau yang masih bagus, setelah lima tahun akan kita uji kembali. Kalau layak akan kita pakai kembali, tapi kalau nggak akan segera kita musnahkan. Dan syukurnya lagi untuk di Batam sendiri belum pernah ada kasus ledakkan tabung gas milik pertamina baik 12 atau 3 kilogram," sebut Isfahani.(ane)

Cara Aman Penggunaan LPG 3 Kilogram

Sosialisasi penggunaan LPG tiga kilogram, nampaknya harus terus digencarkan. Pada saat pembagian paket perdana, pertamina selaku produsen dan distributor telah memberikan beragam petunjuk penggunaan LPG tiga kilogram. Yang pertama, usahakan dapur anda memiliki sirkulasi udara dan ventilasi yang baik, karna sifat gas yang berat memungkinkan angin untuk memencarkan gas saat terjadi kebocoran gas sehingga resiko meledak bisa berkurang.

Lalu pasangkanlah klem dengan erat pada kedua ujung selang yang ada, buka segel plastik dan ceklah cincin karet pengamannya sebelum memasang regulator. Setelah regulator terpasang, putar knopnya searah jarum jam dan pastikan selang tidak tertindih maupun tertekuk.

Ketika selesai menggunakan kompor gas, pastikan anda memutar posisi knop sampai off dan jangan pernah gunakan kompor gas dan kompor minyak dalam waktu bersamaan. Ketika tercium bau gas bocor, segeralah buka vebtilasi-ventilasi udara di rumah anda agar bau gas hilang. Penting pula untuk diketahui, supaya tidak menghidupkan api atau lampu saat terdeteksi kebocoran gas.

Bagi para masyarakat yang telah menerima paket LPG tiga kilogram, dipastikan oleh Isfahani, jika terjadi ledakkan gas pihaknya akan memberikan asuransi. "Kita beri asuransi tapi dengan catatan jika memang ledakkan tersebut terjadi karna kesalahan tabung, tentunya menurut hasil pemeriksaanb nanti. Tapi kalau karna kelalaian manusia tidak akan kita tanggung," ucapnya.

Hal ini ditambahkan oleh Isfahani, karna sebelumnya, saat pembagian paket tersebut sendiri pihak pertamina telah memberikan beragam petunjuk dan arahan pemakaian. "Waktu kita bagi-bagikan paketnya, sudah termasuk pula disitu simulasi penggunaan tabung gas yang baik dan benar. Dan untuk sekarang kita juga masih terbuka jika ada pihak-pihak yang meminta sosialisasi untuk penggunaan tabung gas yang baik," tutupnya.(ane)

DPRD Minta Pemko Perketat Izin Gelper

BATAM, TRIBUN - Gelanggang Permainan (Gelper) tengah menjamur di Batam. Anggota komisi I DPRD kota Batam, Ruslan Aliwasyim menilai Gelper tersebut memiliki potensi judi yang sangat tinggi. Dia meminta Pemko Batam melalui Dinas Pariwisata mengawasi ketat operasional Gelper saat ini karena berpotensi punya efek negatif terjadap anak-anak.


Menurutnya Disparbud harus memperketat pengawasan dan perizinan pembukaan sebuah Gelper. "Kita harus mewaspadai potensi judi yang dikemas dengan permainan anak-anak. Kita juga khawatir area Gelper ini juga bisa mempengaruhi mental anak-anak untuk ikut-ikutan bertaruh," ungkapnya , Rabu (7/7).

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Kadisparbud) kota Batam, Guntur Sakti sebelumnya mengatakan bahwa saat ini, permohonan izin pendirian gelper terbilang tinggi. Namun ada beberapa peraturan menurut Guntur yang harus dipenuhi, yakni komposisi mesin dalam area gelper adalah 50 persen permainan anak-anak dan 50 persen permainan orang dewasa, sedangkan usaha Gelper harus menyatu dengan mall untuk memudahkan pengawasan.

Namun Ruslan sendiri menilai dengan menyatunya gelanggang permainan dewasa dan anak-anak, hal sedikit demi sedikit juga akan membuat anak-anak yang sering bermain ditempat tersebut untuk mencoba permainan untuk orang dewasa nantinya.

"Anak-anak yang menyukai permainan di gelanggang permainan kebanyakan berusia remaja. Remaja merupakan usia dimana seseorang mencari jati dirinya, hal apapun akan mudah mempengaruhi mereka. Sedangkan potensi judi dan taruhan pada beberapa mesin permainan sangat tinggi, kemasan ini yang harus diawasi dengan ketat oleh Pemko Batam. Jangan sampai Gelper ini menjadi tempat pelatihan judi sejak dini nantinya," Jelas Ruslan.

Ditempat berbeda, Wakil Ketua I DPRD kota Batam, Ruslan Kasbulatov pun mengatakan pihaknya sudah menghimbau kepada pihak Poltabes Barelang agar semua Gelper ilegal serta yang berbau judi segera ditindak.

"Saya telah sampaikan kepada Poltabes agar area perjudian berkedok Gelper dibumi hanguskan dari kota Batam. Contohnya saja Gelper-gelper yang terletak di Nagoya, rata-rata lokasi disitu tempat perjudian yang disamarkan menjadi gelanggang permainan," ungkap Dia.

Masalah indikasi perjudian dalam gelanggang permainan juga menarik perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Kepri. Ketua MUI Kepri, KH. Azhari Abas menjelaskan bahwa segala sesuatu yang ada indikasi taruhan didalamnya bisa dikategorikan dengan perjudian.

"Semua masyarakat memang wajar mendapatkan hiburan. Jika seseorang memenangi suatu permainan dan mendapat hadiah uang atau benda lainnya hal ini belum bisa dikatakan judi. Dia akan menjadi judi apabila ada unsur taruhan atau sifatnya untung-untungan didalamnya," ungkap Azhari.

Mengenai fatwa tentang Gelper, dia mengakui sejauh ini MUI pusat maupun provinsi belum mengeluarkan fatwa apapun terkait gelanggang permainan (Gelper). "Namun MUI tidak pernah akan setuju jika ada yang namanya lokalisasi perjudian," tukasnya

"Kita dari MUI provinsi Kepri, menghimbau seluruh masyarakat untuk menghindari segala bentuk hal-hal yang merugikan, termasuk salah satunya adalah perjudian," ajak Azhari. (san)

Minggu, 24 Mei 2009

Kampanye Negatif Layak di Beritakan


- 50 Wartawan Hadiri Workshop PWI-Kepri

BATAM, TRIBUN-- Workshop Pemilu yang digelar Masyarakat Pemantau Pemilu (Mapilu), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menghasilkan sebuah harapan, agar peran media dan wartawan mampu mendidik calon pemilih yang cerdas dan berkualitas. Satu bentuk peran media adalah dengan menginformasikan ke masyarakat tentang sosok calon presiden dan wakilnya baik positif maupun yang negatifnya.

"Pemilih di Indonesia ini kembanyakan datang karena terpaksa memilih. Bagaimana bentuk keterpaksaan memilih ini, kita coba ubah dengan padangan dan informasi yang kita miliki sebagai wartawan dan media. Yang paling ampuh adalah memberitakan ketiga pasang calon presiden ini dalam bentuk kampanye nagetif. Upaya ini dianggap layak untuk menyadarkan pemilih dari pada memberitakan yang positif-positifnya saja,"kata Hendra J, Kede Ketua Pengurus Nasional Mapilu -PWI, dihadapan 50 wartawan lokal dan nasional didi Nagoya Plaza Hotel Batam, Sabtu (23/5).

Diungkapkan Hendra, pemberitaan dalam bentuk kampanye negatif dianggap layak dibandingkan kampanye dalam bentuk pemfitnahan (Black Campane). Apa saya bentuk pemberitaan yang berisikan kampanye negatif diantaranya, menghadirkan pemeritaan-pemberitaan tentang kinerja para calon presiden dan wakil presiden, selama mereka berkiprah di Indonesia.

"Kita tahu, sosok Capres dan Cawapres ini dimata masyarakat adalah orang sempurna. Namun, tentu ada juga sosok dari mereka yang selama ini tidak terungkap. Terutama dari masalah kinerja dan program kerja yang selama ini melekat pada diri mereka. Tentu, syarat utamanya kita sebagai media tidak berhak memvonis kalau calon yang diberitakan tersebut bersalah. Jika ini yang terjadi, bisa-bisa berujung dengan hukum,"kata Hendra lagi.

Acara workshop ini terselenggara kerjasama Departemen Dalam Negeri dan PWI-Kepri. Workshop dengan tema "Sosialisasi Pemilu dan Pendidikan Pemilih Berbasis Jurnalistik Menuju Pemilu Damai dan Elegan".

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten II Pemko Batam Syamsul Bahrum saat membacakan sambutan Walikota Batam. Dibacakan, dalam pelaksanaan pemilu peranan wartawan memang sangat besar dan sangat penting dalam melakukan tugasnya guna memberikan pendidikan politik yang positif bagi masyarakat luas.

"Wartawan memiliki peranan yang sangat penting guna memberikan pendidikan politik untuk masyarakat luas,'' katanya.

Sementara itu, Ketua Devisi Pemantauan Pemilu PWI Pusat, Kamsul, mengatakan bahwa wartawan juga tidak bisa terlepas dari dunia perpolitikan. Dalam pemilu legislatif yang baru saja berlangsung, sangat banyak permasalahan. Terutama DPS yang menjadi DPT, yang hingga menjadi polemik namun bisa terlaksana dengan baik.

"Banyak permasalahan yang telah dipublikasikan oleh media guna memberikan pembelajaran bagi masyarakat agar mudah memahami perkembangan perpolitikan di wilayahnya masing-masing," katanya.

Pakar jurnalis dari Jakarta, Marah Rusli Siregar mengatakan, wartawan harus mampu mengawal perjalanan demokrasi. Sebagai pilar keempat demokrasi, kata Marah Rusli, pers harus bisa mengawal perjalanan demokrasi itu sendiri.

"Wartawan harus dapat mengawal janji-janji yang telah diucapkan oleh para pemimpin agar ditepati ketika sudah menduduki jabatannya," imbuhnya.

Selain itu, Marah Rusli menambahkan, wartawan juga harus netral dalam melaksanakan demokrasi untuk kedaulatan rakyat dan melepaskan kepentingan-kepentingan politik.

"Gunakanlah hati nurani dalam menjalankan tugas sebagai pers yang baik dan profesional," Marah Rusli Siregar. (ded)

Senin, 11 Mei 2009

Polda Kepri Berburu Sindikat Penyelundupan Manusia


-- Pengembangan dari 71 WNA di Kepri

BATAM, TRIBUN-- Maraknya masuk warga negara asing dari negara-negara seperti Afganistan, Pakistan dan Iran, mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Indonesia. Baru-baru ini AKBP Hermansyah Kasat I Ditreskrim Polda Kepri mengikuti pertemuan masalah "People Smuggling" di Semarang, yang hasilnya daerah Kepri termasuk jalur merah atau jalur utama yang dipilih para sindikat.


"Batam menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Berlatar dengan diamankan hampir 71 WNA dari sejumlah negara di Asia, menunjukan kalau ada sindikat yang memanfaatkan bisnis ini. Dugaan kita, sindikat ini mengetahui jalur-jalur bagaimana membawa WNA ini dari Malaysia ke Indonesia secara illegal. Tidak tanggung-tanggung, jaringan ini ibarat rantai, dan dimulai dari Pakistan menuju Thailand, dan berkumpul di Malaysia,"papar AKBP Hermansyah, Senin (11/5).

Ditambahkan Hermansyah, peran penting sindikat penyelundupan manusia ini terletak dari negera tetangga. Dari hasil penyelidikan, tarif yang dibayar oleh setiap WNA yang ingin menyeberang ke Indonesia, dan selanjutnya terbang ke Australia sebagai negera akhir tujuan, sebesar 5-10 ribu dolar Ameriaka per kepala. Bukan jumlah yang sedikit dan tentu saja dengan tertangkapnya para WNA di negara Indonesia, secara tidak langsung menguntungkan sang sindikat.

"Yang menjadi perhatian lanjutkan, saat ini kita terus memantau pergerakan sindikat ini di Batam. Kita akan terus mempelajari dan jika tertangkap, pelaku akan dikenakan UU 1992 Tentang Imigrasi Pasal 53 atau 54. Ancaman hukuman cukup berat juga,"ujar Hermanysah lagi.

Selain itu, Hermansyah sangat berharap peran masyarakat di seluruh pulau-pulau yang menjadi alur perjalanan para sindikat ini, melaporkan ke pos polisi terdekat.

"Sejauh ini, pusat tempat WNA ini berlayar dari Johor Malaysia, sedangkan daerah tujuan, setelah sampai di Indonesia, adalah Pulau Crismas di Australia,"lanjut Herman

Pulau Crimas di Australia itu, adalah tempat penampungan pengungsi khusus bagi warga negara asing yang mencari suaka di Australia.

Untuk ke 71 orang yang sedang ditangani oleh Imigrasi saat ini, harus melalui proses pemilah- milahan. Jika mereka memiliki kartu UNHCR, atau pengungsi, maka pemerintah Indonesia dapat saja memfalitasi mereka ke negara tujuannya.

"Tentu, kalau yang terlibat tindakan pidana, maka mereka akan dikembalikan ke negara masing- masing. Namun, sejauh ini, faktor ekonomi masih menjadi alasan mereka,"ujar Hermansyah megakhiri. (ded)

Minggu, 10 Mei 2009

5 Pengedar Diancam 15-20 Tahun Penjara


April Kasus Psikotropika Menonjol di Kepri

BATAM,TRIBUN-- Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri berhasil mengungkap 10 kasus penyalahgunaan narkoba dengan 11 orang tersangka selama bulan April 2009. Kasus penyalahgunaan psikotropika terbanyak yaitu 9 kasus dan narkotika1 kasus.


Menurut AKBP RP Mulya Dires Narkoba Polda Kepri melalui Kompol S. Putut Wicaksono Kasat I Ditres Narkoba Polda Kepri menyatakan dari 10 kasus ini, jumlah barang bukti yang diamankan 4 jenis. Diantaranya psikotropika shabu 7,5 gram, pil ekstasi 15.496 butir, pil happy five 3003 butir dan Narkotika ganja 1000 gram (1 kilogram)

"Selama April, kasus psikotropika meningkat. Untuk 10 kasus ini, merupakan pengembangan dan penangkapan yang dilakukan pihak kita saja. Artinya data ini belum masuk hasil pengungkapan kasus dari Satuan Poltabes dan Polresta se Kepri. Para tersangka yang tertangkap adalah pemain baru. Karena barang bukti yang diamankan dari tersangka jumlah sangat banyak, maka ancaman hukuman 15 tahun keatas ada 5 orang, sisanya diancam hukuman 5 tahun,"ujar Kompol S Putut Wicaksono, Senin (4/5).

Dijelaskan Putut lagi, untuk tersangka yang diancam hukuman 15 tahun keatas dikenakan UU Psikotropika dan Kesehatan pasal 59 ayat 1 huruf C dan E Yo pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotorpika dan pasal 81 Ayat 2 huruf C UU RI No 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.

Diantaranya tersangka Dr alias Dm (29) tertangkao di Diskotik Pasifik Lantai 3 Jodoh, Kamis 23 April 2009, sekitar pukul 02.45 WIB, dengan barang bukti 125 butir ekstasi. Kasus Awang alias OR warga Malaysia juga diancam 15 tahun dengan mambawa 15 ribu pil ektasi dan 3000 pil happy five.

Selang 2 hari tertangkapnya Awang warga Malaysia, Jajaran Ditres Narkoba berhasil menangkap Hs alias Ac (37), Senin (27/4) di Jalan raya Samping Super Market Kawi Jaya Nagoya. Dari tangan tersangka diamankan 100 butir pil ekstasi.

Dari hasil pengembangannya, sehari setelah itu penyidik menangkap Rn alias Ms (41), disekitar Taman Sentosa Sei Panas Batam Kota, Selasa (28/5) sekitar pukul 00.30 WIB. Dari tangan Rn diamankan 200 butil pil ekstasi.

Terakhir, Ms alias At (45) ditangkap 30 April sekitar pukul 16.10 WIB, di perumahan Kavling Tiban Lama, Keluranan Tiban Baru. Dari tangan Ms diamankan 1000 gram ganja. Untuk kasus Ms ini, penyidik mengancam hukuman 20 tahun penjara, dengan UU Narkotika pasal 78, ayat 1 huruf A UU RI No 22 Tahun 1997, Tentang Narkotika jo pasal 55 KUHP.

"Untuk lima kasus lainnya, tersangka kita ancam hukuman 5 tahun, dimana barang bukti diamankan berupa 0,3 gram shabu hingga 4,5 gram shabu. Uniknya, para pelaku kategori pemakai ini ditangkap di Hotel Kenanga Jodoh dan Kawasan Perumahan Elit Ruko dan rumah Kintamani Batam Kota,"ujar Kompol Putut.

Atas sejumlah tangkapan ini, maka penyidik menilai kasus penyalahgunaan narkoba masih tinggi di Kepri. Dugaan polisi bahwa barang-bukti yang diamankan berasal dari Malaysia hingga kini makin kuat. Maraknya tangkapan narkoba, menandakan pengedar masih membidik Kepri sebagai daerah pemasaran narkoba dari luar negeri.

" Kita berharap, polisi di Malaysia lebih ketat memeriksa penumpang yang hendak balik ke Indonesia, termasuk pengamanan ketat di sejumlah pelabuhan kapal. Namun, kembali lagi sekuat apapun kita mengungkap, jika permintaan masih tinggi, maka barang haram ini masih akan terus ada di daerah kita ini," akhir Putut. (ded)

Kejahatan Jalanan Meningkat di Kepri

- Kasus Kriminal Naik 81 Persen

BATAM, TRIBUN-- AKBP Anggaria Lopis, Kabid Humas Polda Kepri memaparkan untuk gangguan kamtibmas yang terjadi selama bulan April 2009 di wilayah hukum Polda Kepri, terbanyak kejahatan konvesional mencapai 336 kasus. Dari jumlah ini, kasus pencurian mencapai 58 kasus dan pencurian dengan pemberatan 25 kasus, dan pencurian dengan kekerasan 22 kasus.. Sedangkan, pencurian kendaraan bermotor mencapai 35 kasus.

Kasus terbanyak lainnya, adanya laporan penipuan dan penganiayaan terbanyak dilaporkan. Dimana kasus penipuan 29 kasus dan penganiayaan ringat 28 kasus. Selain kasus penipuan, laporan kasus penggelapan 19 kasus. Sedangkan kasus atau laporan susila dan KDRT diantaranya pencabulan 9 kasus, pemerkosaan 5 kasus, perziaan 1 kasus, dan KDRT 2 kasus.

" Situasi Kamtibmas selama bulan April 2009 dibandingkan bulan Maret mengalami peningkatan sekitar 81 persen atau naik 64 kasus. Jumlah tindak pidana kriminal selama bulan April 2009 sebanyak 381 kasus dan tindak pidana yang sudah diselesaikan sebanyak 223 kasus,"kata Anggaria Lopis kepada wartawan, Jumat (8/5).

Untuk kasus pembunuhan terjadi selama April ada 2 kasus, dan bunuh diri ada 1 kasus. Selain itu, kasus yang menjadi atensi dan perhatian kepolisian, adalah kasus pengeroyokan adan 15 kasus, disertai dengan pengursakan 5 kasus.

Ditambahkan Angga, kasus kejahatan trans nasional tercatat ada 30 kasus, antara lain Narkoba 26 kasus, trafficking atau TKI Ilegal 3 kasus dan temuan senjata api atau bahan peledak 1 kasus.
Untuk kejahatan terhadap Kekayaan Negara ada sebanyak 8 kasus, seperti penemuan uang palsu, pencemaran lingkungan, penyelundupan dan ileggal logging rata-rata 2 kasus.

15 orang Tewas di Jalanan

Sementara itu, perkembangan Gangguan kamtibmas khususnya Laka Lantas bulan April 2009 sebanyak 17 kasus korban meninggal dunia 15 orang . Selain itu, kecelakaan mengakibatkan luka berat 10 orang, luka ringan 13 orang dan kerugian materiil Rp 60.682.400.

" Jika dibandingkan dengan keadaan bulan Maret maka laka lantas bulan April mengalami peningkatan sebanyak 4 kasus,"ujar Angga lagi.

Untuk langgar lantas yang terjadi selama bulan April 2009 sebanyak 1038 kasus yaitu kasus tilang. Dari data-data diatas maka untuk bulan April 2009, situasi gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayah hukum Polda Kepri dan jajarannya untuk kasus konvensional mengalami kenaikan sebesar 36 kasus atau 19 persen dari 300 kasus di bulan Maret 2009 menjadi 336 kasus di bulan April 2009 .

Sedangkan perbandingan gangguan kamtibmas khususnya di bidang Lalu lintas dilihat dari perbandingan antara bulan Maret 2009 dan April 2009 umlah laka lantas mengalami kenaikan kasus sebesar 4 kasus atau 31 persen, dari 13 kasus di bulan Maret menjadi 17 kasus di bulan April 2009. Perbandingan jumlah tilang mengalami kenaikan sebesar 234 kasus atau 29 persen sedangkan untuk jenis teguran/peringatan nihil.(ded)

Pelabuhan VVIP Kepri Terbengkalai


- Proyek Provinsi 2007

BATAM, TRIBUN-- Pelabuhan khusus VVIP milik Provinsi Kepri yang berada di Telaga Punggur sudah 5 bulan terbengkalai tidak difungsikan. Proyek bernilai belasan miliar ini belum berfungsi karena terhambat tidak adanya aliran listrik dan fasilitas air bersih.

"Sudah dua tahun pengerjaan pelabuhan ini. Namun belum ada tanda-tanda pelabuna tersebut akan digunakan. Informasinya, pelabuhan tersebut terbagi tiga kontraktor yang mengerjakannya,"ujar seorang staf protokoler Pemprov Kepri di Pelabuhan Telaga Punggur, kemarin.

Staf tersebut memperkirakan kontraktor yang dermaga berbea dengan kontraktor yang mengerjakan bagunanan dan areal parkir. Sedangkan kontraktor yang mengerjakan jaringan listrik dan air, juga berbeda.

"Saya dapat info baru minggu ini ada pihak yang mengerjakannya,"ujar staf protokoler tersebut.
Walau belum diresmikan, pihak pemerintah pernah menggunakan pelabuhan VVIP ini ketika ada kapal dari pejabat penting yang datang,"tambahnya lagi.

Sementara itu, Muslliman Kepala Operasional Pelayaran di Pelabuhan Telaga Punggur juga mengaku belum mengetahui kapan Pelabuhan VVIP dioperasikan.

"Kita tidak tahu, apakah pelabuhan itu dibawah pengawasan kita, atau bukan. Mungkin karena khusus, bisa saja ada pejabat pelabuhannya juga,"ujar Muslliman lagi.

Diungkapkan juga, untuk pengerjaan dermaga dan gedung telah selesai sejak awal tahun 2009 lalu. "Segala ketentuaan akan kita ikuti saja, dan kalau masih lama tentu kita tidak bisa mendesak, karena ini bukan kewenangan saya,"ujar Muliman lagi.

Awal tahun 2008 lalu, kontraktor proyek pembangunan Pelabuhaan VVIP dan VIP Telaga Punggur berjanji pertengahan tahun 2008, pelabuhan ini dapat digunakan. Untuk anggara pembuatan pelabuhan khusus memakan biasa Rp 2,24 miliar, khusus untuk anggaran pembuatan dermaga ponton pelabuhan yang dapat menampung tiga unit kapal bersandar sekaligus.

Untuk pembangunan dermaga ini dipercayakan ke PT Tiga Pilar Utama, dan proses pengerjaan rampung 2 bulan.

Sedangkan kontraktor yang mengerjakan gedung dan areal parkir, adalah kontroaktor berbeda, dan jumlah nilai proyeknya belum terinci.

Luas pelabuhan VVIP/VIP ini 120 meter persegi, dan selama 2 bulan pengerjaan melibatkan 80 tenaga kerja. Proyek ini dilelang oleh Pemerintah Provinsi pertengahan 2007 lalu.(ded)

Selasa, 09 Desember 2008

43 Ribu Ekstasi Lewat Stulang Laut Malaysia

-- Penelusuran Tim Polda Kepri

BATAM, TRIBUN--
Hasil pengembangan pengungkapan kasus 43.606 pil ektasi yang digelar Mapolda Kepri awal Desember lalu, mengejutkan pihak Police DiRaja Malaysia (PDRM). Dalam pengembangannya ribuan pil ektasi tersebut diperkirakan lewat dengan mudah karena pemeriksaan di Pelabuhan Internasional Stulang Laut Malaysia tidak dilengkapi X-Ray.

Tim yang dipimpin langsung Wakapolda Kepri Kombes Pol Syafrizal Ahrial didampingi Kompol Putut Wicaksono, Kasat I Dit Res Narkoba Polda Kepri, berangkat ke Malaysia pada Kamis (4/12) dan langsung ke Markas Siasat Jenayah Narkotika Ibu Negara Police Kerajaan Johor Malaysia. Mereka di sambut langsung oleh perwira menengah di kepolisian tersebut.

"Kita baru kembali dari Malaysia Sabtu, (6/12), setelah dua hari mengembangkan penyelidikan disana. Hasil pengembangan dan bukti yang kita beberkan sempat mengejutkan polisi disana. Tapi, setelah diuji dari sejumlah contoh yang kita bawa, ada jenis obat atau pil ukuran kecil memang target polisi narkoba Malaysia. Mereka menyebutnya "Yaba","kata Kompol Putut Wicaksono, Selasa (9/12).

Polisi Malaysia bertambah yakin setelah percakapan antara tersangka AH dengan Mr O dimiliki Polda Kepri diperlihatkan.

"Kita perlihatkan data percakapan dan nomor telepon pelaku di Batam dengan sejumlah orang di Malaysia. Bukti kuat kalau ada disebuah daerah di Malaysia, terpantau nomor terebut,"ujar Putut lagi.

Dijelaskan dari pihak polisi Malaysia, Pil Yaba ini marak di Malaysia dan masukanya berasal dari daerah perbatasan antara negara Malaysia dan Thailand. Dari 43 ribu barang bukti yang diamankan dalam pengrebekan akhir November itu, ada 227 butir adalah pil Yaba.

"Pil Yaba itu dijelaskan bukan jenis pil ektasi, melainkan cara menggunakannya, pil dihancurkan, lalu dibakar, tepatnya persis kayak orang menggunakan shabu,"ungkap Putut .

Dalam pandangan Putut ketika berada di Pelabuhan Stulang Laut Malaysia, lalu lalang warga Malaysia dan Indonesia terbilang sangat ramai. Uniknya, dipelabuhan ini sangat kurang tenaga pengawas dan pemeriksa barang-barang bawaan penumpang.

"Ternyata barang bawaan penumpang tidak diperiksa secara mendalam. X-ray yang diharapkan dapat memeriksa barang penumpang tidak terlihat berfungsi. Mereka menjelaskan, kalau di Batam ada X-Ray, dan itulah dihandalkan. Tentu sangat tidak effektif jika pengawasan dan pemeriksaan barang tidak begitu ketat di pelabuhan kita di Batam,"ujar Putut.

Diungkapkan Putut, dalam kasus besar ini, pihak Polda masih memiliki pekerjaan rumah, dengan menangkap orang yang kini masih DPO. "Kalau pihak Malaysia berhasil menangkap jaringan di Malaysia, maka harapan peredaran narkotika jenis ektasi akan dapat diminimalisi,"ujar Putut mengakhiri. (ded)